Showing posts with label Tempat Wisata. Show all posts
Showing posts with label Tempat Wisata. Show all posts

Keraton Kaprabonan

Salah satu keraton yang ada di Cirebon adalah Keraton Kaprabonan. Berikut informasi seputar keraton kaprabonan yang berhasil dikumpulkan. Mulai berdiri pada tahun 1696 M yang dipimpin oleh Pangeran Raja Adipati Kaprabon dengan cita-citanya mengembangkan agama Islam sesuai perjuangan para Waliyullah terdahulu, terutama karuhunnya Sunan Gunung Jati.

Kesultanan Cirebon

Kesultanan Cirebon adalah sebuah kesultanan Islam ternama di Jawa Barat pada abad ke-15 dan 16 Masehi, dan merupakan pangkalan penting dalam jalur perdagangan dan pelayaran antar pulau.

Lokasinya di pantai utara pulau Jawa yang merupakan perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Barat, membuatnya menjadi pelabuhan dan "jembatan" antara kebudayaan Jawa dan Sunda sehingga tercipta suatu kebudayaan yang khas, yaitu kebudayaan Cirebon yang tidak didominasi kebudayaan Jawa maupun kebudayaan Sunda

Green Canyon - Pangandaran

Siapa yang tidak mengenal Green Canyon? Itu adalah salah satu primadona wisata di pesisir Selatan Jawa Barat. Tempat wisata dengan tebing-tebing gagah dan bernaung pepohonan rindang yang mengapit Sungai Cijulang ini memiliki nama asli Cukang Taneuh atau jembatan tanah. Nama ini berasal dari satu bagian tebing di hilir sungai yang menyatu sehingga tampak seperti jembatan
Dan, sejak ditetapkan sebagai objek wisata pada tahun 1991, Green Canyon ini hampir tak pernah sepi pengunjung. Karena melihat besarnya minat masyarakat itulah maka beberapa bulan terakhir disediakan sebuah kegiatan wisata yang unik. Jadi, bila biasanya pengunjung datang dan diajak menyusuri keindahan Green Canyon dengan perahu, kini hal tersebut dapat dilakukan dengan cara berbeda yang lebih menantang, yakni dengan body rafting atau menghanyutkan diri dari arah hulu dan mengapung mengikuti arus Sungai Cijulang, Ciamis.

Pantai Batu Hiu

Pantai Batu Hiu Ciamis
Batu Hiu terkenal akan karang besarnya yang menyerupai ikan hiu. Di sini, Anda dapat menyaksikan panorama Samudera Indonesia yang membentang luas dengan deburan ombaknya yang menggulung putih. Selain itu, nikmati pula panorama pantainya yang sangat indah, berbatasan dengan perbukitan hijau yang banyak pohon pandan wangi.
Yang menambah daya tarik Batu Hiu juga adalah tempat penangkaran penyu.

Pantai Pangandaran

Menikmati keindahan pantai legendaris Pangandaran, dengan pasir halus dan air lautnya yang bersih. Dengan karakteristik pantainya yang landai serta air yang jernih serta jarak antara pasang dan surut relatif lama, memungkinkan Anda untuk berenang dengan aman. Berlatarbelakang Cagar Alam Pananjung yang kaya akan flora dan fauna, pantai ini juga memberikan kesempatan unik bagi Anda untuk melihat terbit dan terbenamnya matahari dari satu tempat yang sama.

Ujung Genteng

Pantai Ujung Genteng
Sukabumi menawarkan wisata pantai serba ada. Tersembunyi di Sukabumi, Ujung Genteng tak kalah dengan Bali. Bagi masyarakat banyak yang belum tahu apa itu Ujung Genteng. Sebab, kawasan pesisir Pantai Selatan tersebut berada di daerah paling ujung Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Mayoritas masyarakat hanya mengelan Pangandaran dan Pelabuhan Ratu, sebagai daerah pinggiran pantai. Padahal, Ujung Genteng menawarkan lebih banyak tempat menarik

Waduk Darma

Alkisah pada jaman dahulu kala, bendungan ini terdiri dari enam desa yang tenggelam, yaitu Desa Darma, Kawah Manuk, Cipasung, Parung, Sakerta Barat, dan Sakerta Timur.  Anda akan terpana oleh pemandangan di daerah ini yang sangat indah serta didukung oleh hawanya yang sejuk - cocok dijadikan sebagai tempat rekreasi keluarga pada hari-hari libur atau saat-saat senggang lainnya.  

Paseban Tri Panca Tunggal

Paseban Tri Panca Tunggal terletak di Kampung Wage, Kelurahan Cigugur, Kecamatan Cigugur. Secara astronomis terletak pada koordinat 6º58’04” LS dan 108º27’24” BT.
Bangunan Paseban Tri Panca Tunggal merupakan pusat kegiatan keagamaan penganut agama Jawa-Sunda yang sekarang dipimpin oleh Pangeran Jatikusumah. Agama yang pada awal berdirinya dipimpin oleh Pangeran Alibasyah atau Kyai Madrais dari Gebang. Nama banguan ini mengandung makna yang berhubungan dengan ajaran agama tersebut. Paseban mempunyai makna sebagai  tempat berkumpuldan bersyukur dalam merasakan ketunggalan selaku umat Tuhan.

Rumah Sutan Syahrir

Bangunan rumah milik Sutan Syahrir terletak di Jalan Linggajati, Desa Linggasana, kecamatan Cilimus. Bangunan ini memiliki halaman yang luas berukuran sekitar 1 hektar. Halaman dibatasi pagar yang terbuat dari besi. Pada awalnya bangunan ini berfungsi sebagai gudang amunisi Belanda, kemudian bagunan ini difungsikan sebagai kantor CPM sedangkan kepemilikannya dikuasai Depdiknas.
Bangunan Sutan Syahrir secara keseluruhan berdenah empat persegi panjang. Bagian atap bangunan ini berbentuk limasan dengan tutup genting. Bangunan ini memiliki pondasi yang maif dan pejal serta memiliki ketinggian bangunan sekitar 4 meter.

Gedung Perundingan Linggarjati

Sejarah singkat Gedung Perundingan Linggajati adalah sebagai berikut. Pada awalnya tahun 1918 bangunan ini merupakan bangunan rumah milik Ibu Jasitem. Tahun 1921 oleh seorang berbangsa Belanda bernama Tuan Tersana dirombak menjadi semi permanen. Tahun 1930 dibangun menjadi permanen dan menjadi bangunan rumah tinggal orang Belanda yang bernama Van Oot Dome. Kemudian tahun 1935 dikontrak oleh Heiker dan dijadikan hotel yang bernama Rustoord. Pada masa pemerintahan Jepang hotel ini diganti namanya menjadi Hokay Ryokan. Tahun 1945 tepatnya setelah Proklamasi Kemerdekaan RI, hotel ini diberi nama Hotel merdeka.

Telaga Remis


Hutan wisata Telaga Remis terletak di kaki gunung Ciremai tepatnya dikampung Kaduela Kecamatan Mandirancan Kabupaten Kuningan yang berdekatan dengan Mandala Dukuh Puntang Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon.
Hutan wisata Telaga Remis dari ibu Kota Kabupaten Kuningan berjarak kurang lebih 37 Km, dengan luas areal kurang Iebih 13 H. Sedangkan luas danaunya 3,25 H, yang dikelola oleh Perum Kehutanan Kabupaten Kuningan. Mempunyai arti riwayat sendiri yang cukup mengesankan, apabila kita selalu menyelusuri pada zaman peperangan kerajaan-kerajaan diabad 16.

Gedung Karesidenan Cirebon

Sebuah bangunan kolonial lainnya di Cirebon yang menunggu untuk Anda nikmati, Gedung Karesidenan Cirebon. Dibangun pada tahun 1865 ketika Keresidenan Cirebon dipimpin oleh Albert Wilhelm Kinder De Camurecq, awalnya gedung ini berfungsi sebagai Rumah Dinas Residen. Anda akan memasuki bangunan ini melalui pintu gerbang berbentuk candi bentar yang dibangun tahun 1980-an. Bangunan induknya terdiri dari ruang Jepara, yang berfungsi sebagai tempat menerima tamu, dan ruang lainnya yang berfungsi sebagai ruang kerja dan ruang istirahat Gubernur.

Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Masjid Agung Sang Cipta Rasa (dikenal juga sebagai Masjid Agung Kasepuhan atau Masjid Agung Cirebon) adalah sebuah masjid yang terletak di dalam kompleks Keraton Kasepuhan, Cirebon, Jawa Barat, Indonesia.
Konon, masjid ini adalah masjid tertua di Cirebon, yaitu dibangun sekitar tahun 1480 M atau semasa dengan Wali Songo menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Nama masjid ini diambil dari kata "sang" yang bermakna keagungan, "cipta" yang berarti dibangun, dan "rasa" yang berarti digunakan.



Masjid Jagabayan


Masjid Jagabayan berada di Rt 01/09 Kelurahan Panjunan Kecamatan Lemahwungkuk. Masjid ini menjadi saksi sejarah awal penyebaran agama islam di tanah kota Wali. Masjid Jami Jagabayan atau di kenal masyarakat Cirebon Masjid Jagabayan
adalah sebuah Masjid peninggalan para wali dan Sultan Cirebon. Bahkan Masjid Jagabayan merupakan Majid tertua di Cirebon.

Masjid Merah Panjunan

Masjid ini merupakan sebuah masjid berumur sangat tua yang didirikan pada tahun 1480 oleh Syarif Abdurrahman atau Pangeran Panjunan. Ia adalah seorang keturunan Arab yang memimpin sekelompok imigran dari Baghdad, dan kemudian menjadi murid Sunan Gunung Jati. Masjid Merah Panjunan terletak di sebuah sudut jalan di Kampung Panjunan, kampung dimana terdapat banyak pengrajin tembikar atau jun.
Masjid Panjunan semula bernama mushala Al-Athya namun karena pagarnya yang terbuat dari bata merah menjadikan masjid ini lebih terkenal dengan sebutan Masjid Merah Panjunan.

Keraton Kanoman Cirebon


Salah satu Peninggalan sejarah yang ada di Cirebon adalah Keraton Kanoman di Cirebon, ini adalah salah satu bentuk objek wisata sejarah yang ada di kota udang Cirebon.

Keraton Kanoman adalah pusat peradaban Kesultanan Cirebon, yang kemudian terpecah menjadi Keraton Kanoman, Keraton Kasepuhan, Keraton Kacirebonan, dan Keraton Keprabon. Kebesaran Islam di Jawa Barat tidak lepas dari Cirebon.

Sunan Gunung Jati adalah orang yang bertanggung jawab menyebarkan agama Islam di Jawa Barat, sehingga berbicara tentang Cirebon tidak akan lepas dari sosok Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati.

Keraton Kasepuhan

Keraton Kasepuhan
Keraton Kasepuhan Cirebon meruipakan bentuk peninggalan sejarah pada jaman dahulu khususnya di kota Cirebon

Keraton Kasepuhan adalah keraton termegah dan paling terawat di Cirebon. Makna di setiap sudut arsitektur keraton ini pun terkenal paling bersejarah. Halaman depan keraton ini dikelilingi tembokbata merah dan terdapat pendopo didalamnya.
Keraton ini memiliki museum yang cukup lengkap dan berisi benda pusaka dan lukisan koleksi kerajaan. Salah satu koleksi yang dikeramatkan yaitu kereta Singa Barong. Kereta ini saat ini tidak lagi dipergunakan dan hanya dikeluarkan pada tiap 1 Syawal untuk dimandikan.

Gua Sunyaragi

Taman Gua Sunyaragi - Cirebon

Gua Sunyaragi adalah sebuah gua yang berlokasi di kelurahan Sunyaragi, Kesambi, Kota Cirebon dimana terdapat bangunan mirip candi yang disebut Gua Sunyaragi, atau Taman Air Sunyaragi, atau sering disebut sebagai Tamansari Sunyaragi. Nama "Sunyaragi" berasal dari kata "sunya" yang artinya adalah sepi dan "ragi" yang berarti raga, keduanya adalah bahasa Sanskerta. Tujuan utama didirikannya gua tersebut adalah sebagai tempat beristirahat dan meditasi para Sultan Cirebon dan keluarganya.